PAGE

Minggu, 25 Januari 2015

Menapaki Gunung tertinggi ke-tiga di Jateng, Gunung Sumbing via Garung



GUNUNG SUMBING
VIA GARUNG



Pada tanggal 21-06-2014 tepat nya hari Sabtu Kami ber-5  rombongan dari Semarang yaitu Angga, Iwan, Emir, Rifan dan saya sendiri , melakukan pendakian Gunung Sumbing, yang rencana awalnya sih sebenernya ke gunung Sindoro, di karenakan waktu itu katanya sindoro lagi aktif  kami mengurungkan niat dan banting setir ke gunung Sumbing. Jalur yang kami pilih adalah lewat desa Garung Wonosobo yang letaknya bersebrangan dengan base camp sindoro via kledung.
Kami berangkat dari Semarang pukul 10.00 wib pagi, Arah jalan yang kami tempuh yaitu : Semarang – Sumowono – Temanggung kemudian Wonosobo. 3 jam perjalanan kami tempuh dari Semarang sampai ke Wonosobo. Karena  minimnya pengetahuan tentang medan dan baru pertama ini naik sumbing kami berinisiatif untuk mencari barengan di base camp. Baru sampai gang menuju desa Garung, terlihat rombongan para pendaki yang baru saja turun dari bus. Langsung saya tanya asal dan mau kemana hehe. Ternyata mereka rombongan dari Jakarata dan sama” gag jadi ke Sindoro dan banting setir ke Sumbing. Akhirnya dapet temen juga pikir saya. Lalu kami pun beristirahat di base camp dan merencanakan treking ke puncaknya sama”.

 foto di depan BaseCamp
Setelah cukup beristirahat dan cukup membawa bekal ke puncak kami memulai treking sekitar pukul 16.20 wib sore. Trek awal melewati kampung, lalu ada plang yang bertuliskan kiri ke jalur lama dan kanan ke jalur baru, kami mengambil jalur lama. Lalu melewati ladang warga, cuaca waktu itu agak berkabut. Sembari berjalan menyusuri jalan setapak kami ngobrol dengan para pendaki dari Jakarta, usut punya usut ternyata mereka pun juga baru mendaki Gunung Sumbing ini hadeeeuuhh. Tapi tak apa, dari base camp tadi setelah membayar uang retribusi kami diberi secarik kertas yang berisikan semua informasi, peringatan, dan peta Gunung Sumbing. Selangkah demi selangkah kami berjalan sembari memperhatikan jalan dan membandingkannya dengan peta. Selang 1,5 jam kami sampai di pos 1, di pos satu terdapat pedagang yang menjajakan jualannya dan pemberhentian terakhir para tukang ojek yang dari base camp dan di pos satu ini masih terdapat sinyal HP.
Cuaca yang berkabut tadi berubah jadi hujan deras. Untung kita sudah sampai pos 1 saat hujan turun, kami beristirahat dan membuat makan bersama-sama  sembari menunggu hujan reda. 


Trek awal melewati rumah penduduk



Trek melewati ladang penduduk

Setelah hujan agak reda, kami melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan kami menjumpai para penduduk sekitar yang juga melakukan pendakian ke atas. Dan setelah saya tanya, katanya warga sedang mengadakan acara bersih gunung dan pada nge camp di pestan. Jalur yang kita tempuh : dari base camp – ladang penduduk – cedot km II – plerenan – pos 1 Malim km III – pos 2 km IV – engkol-engkolan – pos 3 km V
Treknya Sumbing naik terus, dan hampir tidak ada trek yang datar. Apalagi ketika melewati engkol-engkolan trek naik nya hmmm sesuatu. Ternyata benar warga yang tadi saya jumpai, di pestan ramai, terdengar suara music, mungkin kedengaran aneh ada suara musik di atas gunung dan itu suaranya kenceng pula, tapi inilah kenyata’an nya ternyata warga sekitar sedang mengadakan acara.
Kami memutuskan untuk mendirikan tenda di bawah pestan. Kami mulai mendirikan tenda dan membuat makan untuk menggantikan energi kita. Setelah usai makan kami beristirahat untuk memulihkan tubuh buat summit paginya. Trek yang akan kita lalui : Dari tempat kita nge-camp – pestan – pasar watu - watu kotak km VI – tanah puti – puncak kawah.

Terlihat gunung sindoro dari tempat kita nge camp

 pestan


bertemu warga sekitar di pasar watu


Setelah pagi tiba kita bikin sarapan terleh dahulu dan mempersiapkan perbekalan apa saja yang akan kita bawa ke atas. Karena kita akan meninggalkan barang” seperti tenda dan cerir kita di tempat camp. Setelah cukup mengisi perut dengan roti kita melanjutkan perjalanan ke atas. Karena rombongan dari jakarta masih pada makan dan sebagian masih ada yang tidur, kami melanjutkan perjalanan cuman ber-5 dan rombongan dari jakarta menyusul agak siang katanya. 4 jam perjalanan dari pestan dan akhirnya kita sampai di puncak. Meski sampai puncak cuacanya agak terik namun kami sangat menikmatinya, samudra awan nya, kawah nya, edelwisnya hmmm sangat sangat kami nikmati pemandangan indah itu. Saya pun tak mau ketinggalan untuk menuruni kawahnya, namun hanya iwan yang menemani ke kawah dan yang lainnya masih pada asyik ber foto-foto di atas. Setelah sampai di kawah ternyata kawah nya masih aktif, beberapa kali kawahnya berbunyi dan meletus. Saya dan iwan hanya melihat dari kejahuan dan tidak berani mendekat.

kawah sumbing



Puncak Sumbing 

Setelah puas menyusuri kawah dan menikmati keindahan di puncak kami kembali ke tempat camp. Kami beristirahat dan membuat makan, ternyata salah satu rombongan dari jakarta masih di tempat camp dan itu perempuan sendiri. Saat kami sampai ternyata dia sedang masak memasak, dan kami pun ikut bergabung untuk menemaninya. Setelah menunggu lama karna rombongan belum turun dari puncak dan waktu sudah hampir sore kami putuskan untuk turun dan berpisah dengan rombongan dari jakata. Dan sampai base camp sekitar pukul 17.00 wib, kami mandi, makan, beristirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan pulang ke Semarang. Sekian Catatan Perjalanan saya dari Gunung Sumbing via Garung nya terima kasih.

Bertarung Dengan Jeram yang Mengasikan di TUBING GENTING



Bertarung Dengan Jeram yang Mengasikan di
TUBING GENTING

 
1.1  Area untuk Tubing

Olahraga Tubing memang belum begitu populer dibandingkan dengan Rafting. ya Tubing dengan Rafting memang tidak begitu jauh bedanya, Tubing hanya menggunakan ban dalam truk tronton yang dimodifikasi sedemikian rupa dan hanya bisa dinaiki satu orang, tubing bisa disebut juga dengan singgel rafting. Sedangkan raffting sendiri menggunakan prau karet dan dayung, raffting  lebih mengarah ke kekompakan team dalam satu prau. Namun tubing maupun rafting sama-sama olah raga yang bergelut dengan arung jeram.
Tubing ini terletak di daerah Limbangan tepatnya di Kedung Wali Desa Genting kec. Singorojo Kab. Kendal. Lokasi Tubing tersebut kononya adalah buatan Wali, dilihat dari susunan bebatuan yang membentuk tebing disamping kiri kanan sungai tersebut, yang tersusun rapi oleh bebatuan besar , maka dari itu warga sekitar menamai dengan nama "Kedung Wali" atau kedung buatan wali.
Nah saya akan cerita tentang perjalanan saya merasakan jeramnya tubing genting yang mengasikan ini. Perjalanan waktu itu pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 18 Januari 2015 kemaren. Karna sebelumnya belom pernah ke sini, saya mengajak teman saya anas untuk menemani saya mencoba olahraga yang cukup populer akhir-akhir ini karena telah terekspose oleh program tv MyTripMyAdventure, yang bisa di bilang saya teracuni oleh program acara itu yang membuat saya datang dan tertantang untuk mencobanya. Sebelumnya saya telah mengantongi sedikit informasi tentang keberada’an tempat wisata tersebut, ya.. sedikit informasi yang telah saya ketahui wisata tersebut berada di daerah Limbangan Desa Genting. Tanpa pikir panjang saya pun langsung menuju daerah limbangan tersebut dan menanyakan tempat lokasi tubing desa Genting tersebut. Pas sebanyak 3x saya dan teman saya Anas nyasar hehe, tapi hal tersebut malah membuat petualangan kali ini cukup mengasikan :D . Rasa penasaran saya yang membuat saya tidak berputus asa untuk menemukan tempat lokasi tersebut. Akhirnya setelah menggunakan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) alias banyak bertanya kami pun sampai lokasi.


1.2 Gapura Masuk Lokasi Tubing

Sebenernya untuk menemukan tempat ini cukup mudah, kita hanya perlu datang saja ke base camp nya petugas” Tubing nya. Base camp nya teletak di kanan jalan sebelum SMA N 1 Limbangan, ada cafe kecil di kanan jalan. Nah di situ kita bisa mendapatkan informasi untuk ke lokasi dan informasi lainnya yang di perlukan. Untuk Rincian biaya nya :
*      Biaya Masuk (hanya melihat sungainya saja) : Rp. 3.000,-
*      Biaya Parkir/sepeda motor                               : Rp. 2.000,-
*      Biaya untuk Tubing (panjang trek 1 km)         : Rp. 45.000,- (sudah termasuk biaya ojek untuk kembali setelah tubing)

            Saya dan teman saya Anas mencoba tubing dengan panjang treknya 1 km, ada 1 jam lebih perjalanan start sampai finish. Dengan 4-5 jeram yang berfariasi arus nya. Sebenaernya sih trek nya bisa sampai 2 km dengan lama tempuh dari start sampai finishnya curuk itu sampai 2,5 jam kurang lebihnya dan jeramnya pun tentu lebih banyak serta lebih extrim kata tour guide nya. Dan satu hal lagi jika ke sini paling tidak 8-10 orang lah supaya tidak menunggu terlalu lama untuk merasakan kegiatan tubing ini. Nah karena saya hanya ber-2 dengan Anas, kami di suruh untuk menunggu dan ikut rombongan lain utnuk memulai kegiatan tubing nya. Tapi tak apa sembari menunggu rombongan saya dan anas mencoba beberapa kali jeram pertama yang arusnya cukup liar menurut saya, karna banyak yang jatuh dan terhempas dari ban termasuk teman saya anas hehe. Sekian perjalanan saya kali ini semoga sedikit informasi yang saya bagi dapat bermanfaat.

1.3 Foto dulu sebelum mulai kegiatan :D

1.4 Mencoba jeram pertama sembari menunggu rombongan

1.5 Anas terhempas dari ban saat mencoba jeram pertama

1.6 Akhirnya rombongan sudah komplit :D

Senin, 05 Januari 2015

EKSPLORE GUNUNG KIDUL



EKSPLORE GUNUNG KIDUL
CAMPING CERIA DI POK TUNGGAL, MENIKMATI INDAHNYA AIR TERJUN SRI GETHUK, DAN MENIKMATI SUASANA MALAM DI KOTA JOGJA

Penat setelah seminggu full dengan kegiatan UTS dan akhirnya benar-benar lepas dari semua rutinitas yang padat dan membosankan. Senin tepatnya tanggal 10 November 2014 kemarin kami berlibur dan megeksplore sedikit wisata alam di GunungKidul Jogjakarta. Yah rencana liburan ini di buat awalnya saat kegiatan ujian semester akan berakhir, dan karna masing” dari kami tidak tahu mau kemana sehabis ujian dan bosan dengan rutinitas seharian yang padat dan membosankan, nah akhirnya tercetus deh ide buat eksplore sedikit wisata alam yang ada di gunung kidul Jogjakarta. Sebenernya wisata Alam di gung kidul jogja ada seabrek sih, karna waktu terbatas kami cuman berencana pergi ke pantai pok tunggal dan air terjun sri gethuk.
Rute perjalanan yang kami lewati dari semarang – mbawen – salatiga – boyolali – klaten – jogja – prambanan ambil arah kiri yang menuju wonosari gunung kidul – arah pantai indrayanti – lalu pok tunggal. Lokasi pantai PokTunggal terletak di Desa Tepus, Kabupaten Gunung Kidul Jogja.
Kami rombongan ber-6 dari Semarang, berangkat pukul 10.00 WIB dari rumah. Perjalanan kami mulai dari menghampiri teman kami satu per satu, yang rencana nya on time perjalanan seharusnya di mulai pukul 10.00 wib jadi molor pukul 12.00 wib siang. Setelah semua kumpul perjalanan pun kami mulai, lalu lintas hari itu normal sih tidak terlalu macet jadi kita bisa cepat sampai tujuan. Selang waktu kurang lebih 2 jam kami sampai di Klaten, kami memutuskan untuk istirahat sejenak sambil mengisi perut kita di salah satu warung pinggir jalan. Setelah kiranya cukup beristirahat dan perut kita sudah terisi perjalanan pun kita lanjutkan. Mulai memasuki Gunung Kidul kita di suguhi tanjakan yang berkelok-kelok naik turun, tapi kita cukup menikmatinya koq.. berasa kayak naik roler coster hehe. Akhirnya kita sampai di suatu jalan yang sepi panjang dan kanan kiri kita seperti batu” cadas yang tinggi mengiringi perjalanan kita saat itu. Sampailah kita di kawasan pantai” di gunung kidul, terpampang beberapa plang nama pantai seperti Baron, Sundak,Indrayanti, Watuwalang, dan lain sebagainya, karna kita tidak menemukan plang yang menuju pantai pok tunggal kita mengikuti instruksi yang  ada di salah satu catatan perjalanan yang saya baca dan kami pun mengikuti plang yang mengarah ke pantai Indrayanti.
Setelah melewati portal dan melewati pantai indrayanti barulah ada plang yang menunjukan pantai PokTunggal. Jarak antara pantai Indrayanti dan Pok tunggal cukup dekat sih, selang waktu 15 menit kami sampai dan memasuki kawasan pantai PokTunggal. Biaya retribusi masuk nya sih se-iklasnya karna pantai ini masih tergolong pantai baru, satu mobil kami cukup membayar *Retribusi masuk : Rp.5000,-  *Mendirikan tenda dan kebersihan pantai : Rp.5000,-  *Biaya parkir mobil menginap : Rp.10.000,-  *Kamar mandi : Rp.2000,- sekali masuk  (booking kamar mandi satu hari penuh buat ber-6 : Rp.30.000,- ).

1.1   Pohon Duras ciri dan simbol dari Pantai PokTunggal

Jalan masuk nya sih masih didominasi oleh tanah dan bebatuan. Karna kita liburannya pas hari Senin hari kerja, pengunjung yang datang bisa di hitung jari. Suasana pantai berasa kayak punya sendiri karna sangking sepinya hehe. Pasir pantai yang berwarna putih kian mempercantik pemandangan pantai,  Pantai nya banyak karang” nya di bibir pantainya, jadi harus berhati-hati saat bermain air atau bernang di pantainya. Ombaknya pun sangat besar karna pantai PokTunggal menghadap langsung ke samudra Hindia jadi di haruskan berhati-hati saat berenang di pantai nya.
Setelah Sampai di pantai, kami langsung mendirikan tenda. Setelah tenda siap berdiri kami pun mulai menikmati keindahan pantai ini, dan taklupa kami berenang di pantainya.

1.2   Setelah mendirikan tenda

1.3   Bermain bola di pantai


1.4   Bermain air dan menikamati sunset di PokTunggal


1.5   Menikmati Sunset


1.6   menikmati sunset

Waktu pun tak terasa telah berlalu begitu cepat, sunset pun telah tenggelam dan malam telah tiba. Kami mulai menyudahi semua aktivitas di pantai, dan bergegas ke kamar mandi. Bergantian menggunakan kamar mandi, buat bilas, mandi, dan sholat.
Setelah selesai membersihkan diri dan melaksanakan sholat, kita pun mulai membuat makan. Menu makan malam nya yaitu bikin mie instan, karna praktis , mudah dan cepat buat mengganjal perut kami cukuplah. Mulailah saya merebus mie instan satu per satu, dan tak lupa juga bikin kopi.

1.7 Setelah makan malam
Suara deru ombak semakin malam semakin kencang, bintang pun mulai bermunculan membuat malam itu semakin syahdu. Sayang sekali kalau tidur dan melewati malam begitu saja, saya dan teman-teman pun menikmati malam yang panjang dan penuh bintang dengan bercanda, mulai sharing, ngobrol, semakin mendekatkan diri satu sama lain dan tak lupa di temani dengan secangkir kopi.
Sebagian dari kami ada yang tidur di dalam tenda dan sebagian lagi ada yang tidur di luar tenda sambil menikmati malam yang beratapkan gemerlip bintang. Malam pun semakin larut, satu persatu dari kami mulai kelelahan dan mulai tertidur memejamkan mata.

1.8 Sudah mulai tewas :D
Malam telah berakhir dan sang surya telah menampakan sinarnya, kami mulai terbangun dan mulai megeksplor lebih pantai pok tunggal. Air pantai yang sebelum pasang, setelah pagi air nya surut dan banyak terlihat terumbu-terumbu karang di bibir pantai. Banyak ikan” kecil terlihat di balik karang” kecil. Karna air pantai surut, warga sekitar memulai aktivitasnya dengan memanen rumput laut yang terdapat di pantai ini, sebagian nya lagi ada yang berburu ikan. Kami pun memulai aktifitas dengan membuat makan sarden dicampur dengan mie instan untuk mengisi perut kita.


1.9 Sarapan pagi

2.0 Makan pagi view nya pantai
Setelah sarapan selesai kami mulai melihat sekeliling, dan menimati udara pagi pantai ini. Karena hari kerja, wisata yang datang pun hanya satu-dua rombongan saja. Tak banyak pengunjung hari itu membuat suasana pantai seperti pantai pribadi saja, mungkin seperti ini kali ya kalau punya pantai pribadi hehehe :D. Makan pagi selesai, keliling pantai, lalu kita mulai beres-beres mengemasi peralatan, membersihkan sekeliling, dan tak lupa bawa sampah kita kembali. Setelah semua beres, barulah kita mandi dan melanjutkan trip selanjutnya ke Air Terjun Sri Gethuk.


2.1 Suasana Pantai saat pagi


2.2 Bukit Tirta Pok Tunggal


2.3 Kotage dalam bukit tirta

Perjalanan pun kita lanjutkan ke Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun SriGethuk ini merupakan salah satu wisata alam yang terdapat di daerah GunungKidul tepatnya di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten GunungKidul Yogyakarta.
Rute Lokasinya : (dari arah Jogja) Jogja – Jl.Wonosari – Patuk – Sambipitu – Lapangan Gading (Lanud TNI AU) – Pertiga’an Timur Lapangan Gading ke kanan arah playen – Perempatan pasar playen – Menuju arah paliyan – Ikuti papan petunjuk arah AirTerjun SriGethuk (pertiga’an ke arah Desa Banyu soca) – Arah goa rancang kencono – Air terjun SriGethuk
Atau : Jogja – jalan Imogiri barat –jalan panggang – Kecamatan Panggang – Kecamatan Paliyan – Menuju Arah Pasar Playen – Sebelum pasar playen belok kiri (pertiga’an ke arah Desa Banyu soca) – Arah goa rancang kencono – Air terjun SriGethuk


2.4Air Terjun SriGethuk
Setelah masuk lokasi langsung kita ke loket untuk bayar retribusi masuk. Retribusi masuk nya sih terbilang cukup murah, untuk masuk atau menikmati air terjun saja di kenakan tarif : Rp.7.000,00 /per orang ; biaya satu paket trip air terjun, susur goa, susur sungai, plus satu tour guide dikenakan biaya : Rp.35.000,00 /per orang.

2.5Jalan masuk 



2.6 Plang Masuk Wisata


2.7 Pemandangan menuju Air terjun
Kami memlih Paket komplit, Susur sungai, susur goa, caving, menikmati air terjun plus tour guide satu dikenakan tarif biaya per orang Rp.35.000,00 . Setelah sampai lokasi rombongan kami di tawarkan untuk ke Air Terjun dulu atau ke Goa untuk susur goa dan caving. Rombongan kami memilih untuk ke wisata Air Terjun nya dahulu. Kemudian tour guide menyuruh kami mempersiapkan pakaian untuk susur sungai dan nikmatin air terjunnya, kami pun bergegas mempersiapkan baju ganti, serta memakai pelampung yang sudah di sediakan untuk safety.



2.8 Lokasi ganti baju, pelampung dan kapal boat
Kami pun telah siap dan usai memakai pelampung. Untuk menuju lokasi AirTerjun kita harus naik kapal boat yang telah di sediakan. Satu rombongan kami menggunakan satu kapal boat, dan enaknya memakai tour guide adalah ada yang memberikan sesi dokementasi ke rombongan kita, ada yang motretin, ada yang mengarahkan dan menjaga kita, jadi keamanan terjamin lah.
Setelah siap kami pun mulai naik kapal boat menuju lokasi tempat AirTerjun, sepanjang sungai kita di suguhi pemandangan bukit” dan tebing yang menghimpit sungai. Sungai yang kita lewati ini adalah area yang akan kita gunakan untuk susur sungai nantinya.
Sumber AirTerjunnya cuman satu tapi mengasilkan cabang 3 air terjun, air terjun yang pertama dan kedua ada di luar dan yang ketiga agak kedalam melewati batu seperti goa kecil. Perjalanan ke lokasi AirTerjun kira” 10menit menyusuri sungai dengan menggunakan kapal boat.

2.9 foto di atas kapal boat


3.0 mulai mengencangkan tali agar safty


3.1 pemangan sepanjang jalur sungai
Setelah sampai kita langsung basah-basahan menikmati segarnya air terjun SriGethuk ini. Alirannya cukup deras, cocok lah buat kita yang seharian camping dan pegal” seharian di dalam mobil. Kucuran air nya merefresh dan mengembalikan tenaga kita, seketika langsung pulih karna menikmati dan merasakan segarnya air terjun SriGethuk ini. Pengunjungnya tidak terlalu banyak karena kita datang pas hari kerja, tapi cukup banyak juga untuk hari kerja. Ternyata AirTerjun ini sudah begitu populer juga sehingga pada hari kerja pun juga cukup banyak pengunjungnya.
Setelah kita menikmati ketiga air terjun kita langsung berenang bermain air dan menyusuri sungai. Kalau tadi kita berangkatnya memakai kapal boat, pulang atau kembalinya ke tempat semula kita berenang menyusuri sungai. Kami sangat menikmati perjalanan susur sungainya, sambil sesekali menyelam ke dalam. Air nya cukup jernih sih karna di bawahnya terdapat banyak batu” yang cukup besar dan itu terlihat sekali saat kita menyelam sedikit ke dalam. Pada saat kita hampir sampai di ujung tempat kita semula, cuaca mulai mendung dan hujan gerimis pun mulai turun. Karna takut terjadi luapan air karna hujan, kami mulai mempercepat gerakan, akhirnya kita sampai di tepian. Setealah kita sampai di tepian kita mulai mengeringkan diri dan berteduh di pos. Saat kita berteduh, hujan mulai bertambah kencang, petir pun mulai menyambar nyambar. Dan ada insiden serta fenomena alam yang di suguhkan di depan mata kita. Karna hujan nya bertambah sangat” kencang, angin pun bertambah kencang dan ternyata angin puting beliung dengan intensits kecil melewati sungai yang di himpit tebing-tebing di sekitarnya. Angin puting beliung mulai mempora porandakan warung-warung yang berjejer rapi di atas pos tempat kita berteduh, sesekali suara gelegar petir juga berbunyi. Alhamdulilah kita sudah sampai di pos dan di pos alhamdulilahnya lagi gak terjadi apa-apa, angin puting beliungnya hanya melewati di depan pos dan di atas pos saja. Subekhanalloh Kita masih dalam lindungannya.
Seharusnya setelah kita susur sungai kita masih ada trip buat susur goa dan caving. Namun karna cuaca masih hujan dan setelah kita melihat kejadian tadi, kita mengurungkan niat untuk tidak melanjutkan kegiatan. Kita langsung mandi bilas dan ganti baju. Kita pun berpamitan kepada tour guide kita dan menuju parkiran mobil. Saat menuju parkiran, sepanjang jalan kita melihat warung jualan yang tadinya berbaris rapi, menjadi berantakan, pora-poranda karna angin puting beliung tadi. Gak papa deh kita gak dapet caving sama susur goa nya, yang penting kita masih selamat hehe dan tadi juga sudah dapet tontonan live di depan kita, sayang pas gak pegang kamera hehe.

3.2 Air terjun pertama dan kedua yang ada di depan

3.3 Air terjun ke tiga

3.4 foto di air terjun yang pertama

3.5 foto di air terjun yang ke-2

3.6 foto bersama di air terjun

3.7 foto di air terjun yang ke-3

3.8 mulai susur sungai dari dalam air terjun yang ke-3


Perjalanan kami di jogja masih belom berakhir, rencan kita akan menikmati malam nya kota Jogja, di alun-alun kota jogja dan jalan-jalan ke malioboro. Setelah hari pertama kita habisan untuk sehari penuh nikmatin indahnya pantai pok tunggal, hari kedua nikmatin segernya air terjun SriGethuk, dan hari ketiga kita akan nikmatin gemerlap bintang di kota Jogja. Karena setelah kita dari SriGethuk masih agak siang kita memutuskan untuk transit ke rumah sodara temen saya Nino, rumahnya di daerah Sleman Jogjakarta. Tapi sebelum kita ke Sleman, kita mengisi perut dulu menyantap MieAyam Bakso di resto pinggir jalan arah pulang ke Sleman. Satu porsi dekenai biaya Rp.12.000,00 lumayan lah buat isi perut. Barulah setelah mengisi perut kita menuju Sleman. Setelah perjalanan kurang lebih satu jam kita sampai di rumah sodaranya Nino, sesampai disana kita langsung di suguhi dengan air teh hangat dan gorengan hmmmm mantabb pas saat cuaca sedang gerimis kayak gini. Tak selang beberapa menit hidangan utama keluar hehe makann lagi.
Setelah makan selesai, kita mulai beristirahat sejenak dan suara adzan maghrib pun berkumandang. Kita pun bergegas ambil air wudu dan segera melaksanakan sholat maghrib. Karena masih gerimis kita berdiskusi lagi kalau gerimis tak kunjung reda sampai malem kita akan urung kan niat kita buat nikmatin malem di kota Jogja. Namun setelah kita selesai melaksanakan sholat isa sekitar pukul 08.00 malem hujan pun reda, dan kita kembali ke rencana awal langsung tancap gas ke kota Jogja. Setelah bersiap dan membawa barang bawak’an yang penting kita langsung menuju ke Jogja Kota. Tujuan pertama kita adalah Malioboro, dari seleman ke Malioboro sih sekitar 30 menit sampai satu jam perjalanan.
Kami pun sampai di Malioboro, kita langsung memburu kaos, aksesoris dan oleh” lainnya. Jalan-jalan malam pun di mulai, kami mulai mengeluarkan kamera dan memotret suasana malam itu. Yang pertama keliing Malioboro lalu dilanjutkan ke Alun” Kota Jogja,di lanjut ke kraton Jogja lalu ke Alun-alun Kidul dan tak lupa kami mencoba Mitos berjalan dengan mata tertutup sampai melewati Dua Pohon Beringin kembar, namun sayang dari semua rombongan kami tidak ada yang berhasil sampai melewati pohon beringin tersebut hehe mungkin kurang Aqua jadi kurang konsentrasi :D .
3.9 hasil jepretan di malioboro

4.0 Foto di jalan malioboro

4.1 foto di Malioboro

4.2 Foto di depan Kraton Jogja
Setelah capek berkeliling ria di kota Jogja, kita mampir ke angkringan pinggir jalan buat mengisi perut yang sudah dari tadi meronta-ronta minta makan hehe. Sejenak kita melepas lelah sambil menikmati tengah malam di angkringan pinggir jalan. Tak terasa makin semakin larut waktu saat itu menujukan pukul 00.05 tengah malam, kami pun segera pulang menuju rumah sodaranya Nino yang berada di Sleman. Dan sampai rumah kita langsung tewas satu persatu karena kelelahan, time to sleep.
Sekitar pukul 07.00 lebih kami terbangun satu per satu, saat kami terbangun di atas meja ruang tamu sudah tertata rapi makanan ringan, kue, dan teh hangat hmmmm baik bener deh ini sodaranya Nino hehe. Taklama kemudian makanan utamanya datang, dan menu sarapan pagi nya yaitu rawon daging mantabb dahh. Setelah selesai makan kita langsung berkemas dan bersiap untuk pulang ke Semarang. Pukul 10.00 WIB kami berpamitan dan tak lupa mengucapkan trimakasih atas jamuan dan semuanya lah, perjalanan pulang pun kami mulai dan liburan di Jogja pun berakhir. Sampai disini crita perjalanan dari saya, kurang lebih nya mohon maaf, krittik dan saran yang membangun sangat saya perlukan trimakasih :D.

4.3 Sarapan pagi


4.4 foto di depan rumah sebelum pulang